MEMAHAMI DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTAR ETNIK, RAS DAN BANGSA
Keberagaman adalah kondisi masyarakat dengan banyaknya perbedaan dalam hal suku, bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi dan jenis kelamin. Banyaknya suku bangsa menjadikan banyaknya pula perbedaaan budaya bangsa. Adanya keanekaragaman menjadikan Indonesia lebih unggul dari negara lain. Dalam era saat ini sikap moderat agama sangat diperlukan, karena bukan hanya sekedar mengajarkan agama, tetapi pemahaman agama dapat dijadikan landasan untuk bertoleransi dengan saling memahami dan menghargai agama lain. Rasa toleransi dalam beragama adalah hal yang sangat penting, karena agama merupakan identitas bagi setiap individu. Meskipun banyaknya agama yang ada kita harus dapat hidup bersama dan memahami satu sama lain, karena setiap manusia berhak menentukan agamanya sendiri.
DAKWAH
DALAM KOMUNIKASI ANTAR ETNIK, RAS DAN BANGSA
Dakwah
adalah sejumlah pengetahuan tentang proses upaya mengubah sesuatu situasi
kepada situasi lain yang lebih baik sesuai ajaran islam, atau proses mengajak manusia
ke jalan Allah.
Dakwah
bukan hanya mengajak atau menyeru pada Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Akan
tetapi dakwah seharusnya mampu menerapkan metode para wali yakni "Berdakwah
dengan Hati" ketika berdakwah bukan hanya menyampaikan saja akan
tetapi, mampu merasuk kedalam hati para mad'u. Agar segala pesan yang telah
disampaikan dapat diterima sehingga mad'u dapat melaksanakan segala pesan-pesan
dakwah yang telah disampaikan.
Etnik
adalah bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan. Di
dalam kelompok etnik terdapat adanya sebuah perkumpulan manusia (bagian
kelompok manusia) yang dipersatukan oleh suatu kesadaran atas kesamaan sebuah
kultur atau subkultur tertentu atau karena kesamaan ras, agama, asal usul
bangsa, bahkan peran dan fungsi tertentu. Masing-masing dari anggota etnik
memilki kesamaan dalam hal sejarah, bahasa, sistem nilai, adat istiadat dan
tradisi. Komunikasi antar etnik merupakan bagian
dari komunikasi antar budaya, namun komunikasi antar budaya belum tentu merupakan
komunikasi antar etnik.
Karena
komunikasi antarbudaya sebagai komunikasi antar anggota etnik dengan perbedaan
atau persamaan latar belakang. Dalam komunikasi antar etnik terdapat proses
pemahaman yakni memahami antara dua orang atau lebih ketika latar belakang
etnisnya berbeda.
Ras menunjuk pada kelompok orang yang dipandang berbeda
secara sosial karena mereka membagi sifat-sifat yang disalurkan secara genetik
dipercaya menjadi penting oleh orang dengan kekuatan dan berpengaruh dalam
masyarakat. Komunikasi antar ras merupakan sekelompok orang yang memilki latar
belakang biologis yang sama. Namun ada juga dari ras yang berbeda
akan tetapi memiliki kebudayaan yang sama, terutama dalam agama. Komunikasi ini
dapat berpotensi terhadap konflik, karena dari latar belakang ras yang berbeda.
Maka dari itu, akan memiliki
prasangka-prasangka atau stereotip terhadap orang yang berbeda ras dengannya. Hal ini
mempengaruhi orang-orang yang berbeda ras dalam berkomunikasi.
Dalam
komunikasi antar bangsa tentu tidak jauh berbeda dengan komunikasi antar
budaya. Dalam komunikasi ini sangat penting untuk dipahami, baik individu
maupun sebagai anggota masyarakat untuk mengatur tatakrama pergaulan antar
manusia. Sebab berkomunikasi dengan baik sesuai dengan budaya akan memberi
pengaruh langsung pada keseimbangan seseorang dalam bermusyawarah.
Komunikasi
lintas budaya adalah studi tentang perbandingan gagasan atau konsep dalam
berbagai kebudayaan. Perbandingan antar aspek atau minat tertentu dalam suatu
kebudayaan atau perbandingan antar suatu aspek atau umat tertentu dengan satu
atau kebudayaan lain.
Komunikasi
antar budaya adalah proses komunikasi diantara dua latar belakang budaya yang
berbeda (antar budaya bangsa, suku dan ras). Dalam individu, yakni kebiasaan
dua individu yang berbeda. Komunikasi antar budaya sangat rawan konflik karena perbedaan budaya
setempat. Komunikasi antarbudaya dalam islam merupakan proses dakwah yang
mempertimbangkan keragaman budaya antar da’i (subjek dakwah) dan mad’u (objek
dakwah) , dan keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat
antarbudaya, agar pesan dakwah dapat tersampaikan, dengan tetap terpeliharanya
situasi damai.
Dakwah
lintas budaya merupakan bagaimana cara berdakwah dengan menggunakan budaya
sebagai media dan metode sehingga dakwah dapat diterima oleh masyarakat. Karena
berdakwah di setiap tempat dan wilayah mempunyai kondisi sosial budaya yang
berbeda-beda. Pendekatan dalam berdakwahpun harus dapat menyesuaikan kondisi
sosial budaya sebagai sasaran dakwah.
Dalam dakwah antarbudaya memiliki ruang lingkup,
diantaranya:
Pertama,
mengkaji dasar-dasar tentang adanya interaksi simbolik da’i dengan mad’u yang
berbeda latar belakang budaya yang dimilikinya dalam perjalanan dakwah para
da’i.
Kedua,
menelaah unsur dakwah dengan mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan
dengan da’i, pesan dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu
dalam keberlangsungan interaksi berbagai dakwah.
Ketiga,
mengkaji tentang karakteristik-karakteristik manusia baik posisinya yang
menjadi da’i maupun yang menjadi mad’u.
Keempat,
mengkaji tentang upaya-upaya dakwah yang dilakukan oleh masing-masing etnis.
Kelima,
mengkaji problem yang ditimbulkan oleh pertukaran antarbudaya dan upaya-upaya
solusi yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi jati diri budaya
masing-masing.
Strategi
dalam berdakwah sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan untuk
mencapai tujuan dakwah. Strategi dakwah antarbudaya merupakan upaya aktif untuk
menyatukan ide pikiran dan gerakan dakwah dengan mempertimbangkan keragaman
budaya yang melekat pada masyarakat. Strategi ini membutuhkan perencanaan
matang untuk mencapai tujuan dakwah dengan mempertimbangkan budaya masyarakat,
baik segi materi dakwah, metodologi maupun lingkungan tempat dakwah.
KESIMPULAN
Dalam komunikasi
antar etnik terdapat proses pemahaman yakni memahami antara dua orang atau
lebih ketika latar belakang etnisnya berbeda. Komunikasi antar ras merupakan sekelompok orang yang memilki
latar belakang biologis yang sama. Dakwah lintas budaya
merupakan bagaimana cara berdakwah dengan menggunakan budaya sebagai media dan
metode sehingga dakwah dapat diterima oleh masyarakat. Dalam hal ini sebagai seorang pedakwah juga harus mampu
menempatkan diri dalam kondisi dan budaya setempat. Komunikasi antar etnik, ras
dan bangsa adalah poin penting dalam mempertimbangkan segala persiapan sebelum
berdakwah agar tepat sasaran.
REFRENSI
Aripudin,
Acep. Dakwah Antarbudaya, (PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2012).
Armawati,
Arbi. Dakwah dan Komunikasi, (Jakarta: UIN Press, 2003)
Bachtiar,
Wardi. Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta:
logoswacanabilmu,1997)
Liliweri,
Alo. Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2004)
Mulyana,
Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2003)
Komentar
Posting Komentar