MEMAHAMI UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH
Seiring dengan tatanan dunia yang semakin mengglobal, membawa implikasi kepada interaksi antar manusia yang semakin intensif. Manusia semakin memiliki banyak kesempatan untuk melakukan hubungan-hubungan dalam kehidupannya sehari-hari. Fenomena ini bermuara pada perlunya saling mengerti, saling mengetahui dan saling memahami antar manusia untuk menghindari terjadinya konflik atau kesalahpahaman antar pribadi, antar kelompok, antar masyarakat, maupun antar bangsa.
Unsur-unsur
Komunikasi Antar Budaya
Berikut adalah beberapa unsur
komunikasi antar budaya yang meliputi people, messages, codes, channels,
feedback, encoding dan decoding, serta noise.
Pertama, Manusia (People). Dalam proses komunikasi manusia tentunya
melibatkan beberapa orang yang masing-masing memiliki dua peran sekaligus yaitu
sebagai sumber pesan dan sebagai penerima pesan. Sumber pesan atau penerima
pesan tidak menyampaikan pesan dengan cara yang sama. Baik sumber pesan maupun
penerima pesan memiliki karakteristik individu seperti ras, jenis kelamin,
usia, budaya, nilai-nilai, dan sikap yang mempengaruhi orang lain dalam
mengirim dan menerima pesan.
Kedua, Pesan (Message). Pesan dalam komunikasi antar budaya dapat
berupa pesan verbal dan pesan nonverbal sebagai bentuk dari gagasan atau ide,
pemikiran, ataupun perasaan yang sumber pesan ingin sampaikan atau
komunikasikan kepada orang lain.
Ketiga, Media/Saluran (Channel). Channel adalah saluran atau media
yang menjadi alur pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Sebuah pesan
bergerak dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu orang ke orang lain
melalui sebuah media atau channel. Saluran atau media komunikasi dapat berupa
gelombang udara, gelombang suara, kabel dan sebagainya.
Keempat, Umpan Balik (Feedback), merupakan tanggapan yang
diberikan oleh penerima pesan yang berupa tanggapan verbal ataupun tanggapan
nonverbal. Idealnya, kita merespon pesan yang disampaikan oleh orang lain
dengan memberikan umpan balik sehingga sumber pesan mengetahui bahwa pesan
telah diterima. Umpan balik adalah bagian dari berbagai situasi komunikasi.
Walupun tidak memberikan respon atau diam, itupun sebenarnya adalah bentuk
umpan balik.
Kelima, Kode (Code), merupakan sebuah susunan sistematis dari simbol-simbol
yang digunakan untuk menciptakan makna di dalam pikiran orang atau orang lain.
Simbol-simbol yang dimaksud dapat berupa kata-kata, frasa, dan kalimat yang
digunakan untuk membangkitkan atau menciptakan gambar, pemikiran, dan ide di
dalam kikiran orang lain. Terdapat dua kode yang digunakan dalam komunikasi
antar budaya, yaitu kode verbal dan kode nonverbal. Kode verbal terdiri dari
simbol-simbol dan susunan gramatikal. Semua bahasa adalah kode. Kemudian, kode
nonverbal terdiri atas simbol-simbol yang bukan berupa kata-kata termasuk
didalamnya bahasa tubuh, ruang dan waktu, pakaian, dan lain-lain.
Keenam, Encoding dan Decoding. Encoding didefinisikan sebagai
sebuah proses mengartikan atau menyandi sebuah ide atau pemikiran ke dalam
sebuah kode. Decoding adalah proses memberikan makna terhadap ide atau pikiran.
Ketujuh, Gangguan (Noise), Gangguan dapat bersifat fisik seperti
suara yang sangat keras atau sebuah perilaku yang tidak biasa. Gangguan juga
dapat berupa gangguan mental, psikologis, atau semantic. Kemudian hal yang
perlu dipahami yakni karakteristik budaya, diantaranya: Komunikasi dan
bahasa, Pakaian dan penampilan, Makanan dan kebiasaan makan dan Waktu dan kesadaran
Pemahaman tentang berbagai unsur dan
karakteristik dalam komunikasi antar budaya merupakan salah satu jalan yang
dapat mengantarkan kita memiliki kompetensi komunikasi antar budaya hal
tersebut juga sangat perlu bagi seorang pendakwah selain sebagai kompetensi
dapat sebagai proses dalam memahami suatu kebudayaan setempat sebelum
menyampaikan pesan dakwahnya.
Selain itu hal
yang perlu diperhatikan yakni unsur-unsur dakwah yakni
subjek dakwah, objek
dakwah, materi dakwah, media dakwah. Konversi atau transformator
yaitu pemprosesan yang berkaitan dengan sistem kelembagaan dan pelaksanaan manajerial dakwah. Output yaitu keluaran
atau hasil aktivitas dakwah akan diketahui pola dan perilaku
keberagaman dalam masyarakat setempat. Feedback yaitu umpan balik
yang akan menentukan pengaruh positif atau negatifnya aktivitas dakwah setelah
di konversi dengan menggunakan analisis SWOT (analisa tentang Strenght :
kekuatan, Weakness : kelemahan, Opportunity : kesempatan dan Threat : ancaman).
Unsur yang terakhir adalah lingkungan, yaitu kondisi masyarakat yang berbudaya
yang berinteraksi dengan aktivitas dakwah hingga sampai saat ini.
Aktivitas dakwah merupakan sebuah proses
ikhtiar menyampaikan sekaligus mengajak menuju risalah ajaran Islam secara
terus-menerus dan berkesinambungan sepanjang sejarah, untuk itu diperlukan
pengelolaan yang bijaksana, memakai argumentasi data dan informasi dengan
penampilan (kemasan) yang baik. Pesan-pesan
dakwah hendaknya dapat memberikan petunjuk dan pedoman hidup yang menyejukkan
hati.
KESIMPULAN
Pentingnya pemahaman tentang berbagai unsur dan
karakteristik dalam komunikasi antar budaya merupakan salah satu jalan yang
dapat mengantarkan kita memiliki kompetensi komunikasi antar budaya hal
tersebut juga sangat perlu bagi seorang pendakwah selain sebagai kompetensi
dapat sebagai proses dalam memahami suatu kebudayaan setempat sebelum
menyampaikan pesan dakwahnya.
REFERENSI
Link
Artikel: https://journal.iainkudus.ac.id › ...PDF MEWUJUDKAN DAKWAH ANTAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ...
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/article/download/1639/1475&ved=2ahUKEwjV7JewvMDwAhWYF3IKHRrUC7EQFjACegQICRAC&usg=AOvVaw3ketlsYpDKHS4cOKVP7-Hz&cshid=1620696736018
Link YouTube: https://youtu.be/EX_ZRMIjhXQ
Komentar
Posting Komentar