SEJARAH DAERAH SETEMPAT
Jejak Sejarah Desa Ngerong yang Terhiraukan
Pasuruan (10/11) – Asal usul sebuah desa
memiliki segala cerita dan makna, tak hanya itu saja sejarah dalam suatu tempat
itupun sering terlupakan. Di desa ngerong sendiri terdapat beberapa peninggalan
pada zaman sejarah salah satunya yakni Candi Keboireng. Candi ini terletak di
dusun Keboireng Desa Ngerong Kecamatan Gempol, Pasuruan. Masyarakat setempat
banyak yang tidak tahu akan asal muasal dari candi ini. Hanya sekedar tahu
bahwa itu adalah bangunan candi yang roboh. Pada Sabtu (5/9) Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan (Disparbud) melakukan uji coba pembukaan candi di kabupaten Pasuruan.
Candi yang sudah diuji coba ini kembali dibuka yakni Candi Jawi, Candi
Indrokilo, Candi Sepilar, Candi Gunung Gangsir, Candi Belahan, Candi Keboireng
dan Parasati Cungrang.
Candi Keboireng sempat dievakuasi oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, sebelumnya candi ini masih berupa gundukan tanah dengan rumpunan bambu. Pada saat evakuasi ini ditemukan beberapa potongan, mulai Batu Kepala Kala, tiga buah Candi Pewara, Fragmen Arca, Tembikar, Ukel, dan Genting. Selain itu, ditemukan Keping Uang Cina atau Kepeng, serta belasan batu runtuhan yang beberapa diantaranya memiliki relief Binatang, Manusia, dan Flora. Menurut kepala dusun setempat, bapak mulyadi, “Nama dusun Keboireng ini berasal dari bangunan Candi Keboireng, hampir semua nama di dusun ini berdasarkan sejarah masing-masing”.
Candi Keboireng sempat dievakuasi oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, sebelumnya candi ini masih berupa gundukan tanah dengan rumpunan bambu. Pada saat evakuasi ini ditemukan beberapa potongan, mulai Batu Kepala Kala, tiga buah Candi Pewara, Fragmen Arca, Tembikar, Ukel, dan Genting. Selain itu, ditemukan Keping Uang Cina atau Kepeng, serta belasan batu runtuhan yang beberapa diantaranya memiliki relief Binatang, Manusia, dan Flora. Menurut kepala dusun setempat, bapak mulyadi, “Nama dusun Keboireng ini berasal dari bangunan Candi Keboireng, hampir semua nama di dusun ini berdasarkan sejarah masing-masing”.
Candi ini hanya berbentuk segi
empat atau bujur sangkar. Memiliki panjang dan lebar 6,5 meter dan tingginya
90 sentimeter. Bangunan candi
ini ditemukan dinding candi berupa bebatuan andesit. Sedangkan di
tubuh atau tengah candi terdapat batu bata merah berukuran lumayan besar.
Ornamen Candi Keboireng ini mencirikan gaya Tantrayana, yaitu, candi Jawa Timur
bergaya arsitektur Candi Jawa Tengahan. Pada bangunan
candi ditemukan batu berlambangkan Surya Majapahit. Karena hal itu, diduga candi ini
merupakan peninggalan kerajaan Majapahit. Dugaan ini diperkuat dengan susunan
tangga menghadap ke barat yang ada di bangunan candi induk. Sedangkan candi
yang susunan tangganya menghadap ke timur, biasanya merupakan candi yang
dibangun untuk pemujaan atau ibadah. Tujuan di evakuasi yaitu untuk mencari bentuk
candi dan luas candi. Termasuk dalam mengungkap sejarahnya dengan memastikan termasuk peninggalan kerajaan mana dan pada
tahun berapa candi ini dibangun.
“Sejak
candi keboireng di evakuasi, candi ini mulai ditata ulang atau dibangun oleh
pihak pemerintah. Sehingga bangunan menjadi lebih tertata daripada sebelumnya. Masyarakat
sekitar pun lebih tertarik untuk berkunjung dan saat ini masyarakat berusaha untuk
melestarikan candi tersebut”, ujar Bapak Mulyadi. Saat ini bangunan candi
keboireng sudah terbangun dan tertata indah bukan merupakan gundukan tanah
saja. Masyarakat dusun sendiri antusias dalam membantu pembangunan tersebut.
(AFIFAH DWI LESTARI - B91219082)
Komentar
Posting Komentar