KULINER

KEUNIKAN DIBALIK CAFE KEKINIAN BERNUANSA KLASIK




Pasuruan – Bagi kaum milenial saat ini sudah tak asing lagi dengan istilah cafe. Cafe merupakan suatu tempat yang menyediakan pelayanan minuman. Cafe identik dengan sajian kopi. Akan tetapi, sebenarnya tak hanya minuman kopi saja, namun minuman kekinian juga menjadi salah satu menu utama seperti matcha, red velvet, thai tea, dan masih banyak lagi. Cafe juga menyediakan berbagai makanan ringan untuk menemani minuman. Saat ini, cafe menjadi tempat favorit bagi anak muda, sebagai tempat bercengkrama dan melepas kerinduan dengan suasana yang baru. Bagi para pekerja, suasana cafe yang nyaman mampu meningkatkan produktivitas dalam menyelesaikan pekerjaan.

Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terdapat cafe yang memiliki konsep sangat unik yakni cafe bernuansa klasik. Meski cafe tersebut memiliki nuansa yang berbeda, tak heran banyak pengunjung yang penasaran dan tertarik untuk mendatanginya.

Djaja Cafe adalah salah satu tempat wisata kuliner yang sangat populer. Cafe ini berlokasi di Jl. Nasional 1, Tempel, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Buka setiap hari, mulai pukul 10.00 - 23.00. Harga menu-menu di cafe ini masih terjangkau, mulai dari 10 ribu rupiah.

Tempat kuliner bernuansa cafe kekinian satu ini, memiliki konsep yang berbeda dengan cafe lainnya. Konsep yang dimiliki sangat dekat dengan alam, karena banyaknya pepohonan dan tanaman-tanaman indah yang tumbuh di setiap sudut cafe. Kemudian setelah melewati jalan setapak terdapat kolam ikan yang sangat besar di sebelah kiri. Selain itu, terdapat hiasan bambu sebagai tembok cafe. Ketika malam hari, sepanjang jalan terdapat lampu-lampu hias yang menyala sangat terang.

"Awalnya saya tidak terlalu suka nongkrong di cafe. Akan tetapi, ketika berkunjung ke cafe djaja saya merasa sangat nyaman karena suasanya sangat rindang banyak pepohonan dan tanaman-tanaman. Harganya pun terbilang masih terjangkau. Selain itu, disini juga dapat menikmati live musik. Tempat duduk favorit saya di kolam ikan, sambil terapi kaki gratis" ungkap Dina, salah satu pengunjung cafe.

Tak hanya itu saja, Cafe ini memiliki tiga ruangan sebagai tempat duduk. Pertama, sebuah ruangan terapi kaki yang di bawahnya terdapat kolam mini dan berisi ikan-ikan kecil. Ruangan ini adalah ruangan favorit para pengunjung cafe djaja. Kedua, sebuah ruangan lesehan beralaskan rumput-rumputan. Ruangan lesehan ini menjadi salah satu pilihan pengunjung berkapasitas banyak, seperti berkumpul dengan keluarga dan meeting pekerjaan. Ketiga, sebuah ruangan seperti umumnya, ruangan ini terdapat meja dan kursi seperti cafe-cafe lainnya. Djaja Cafe Gempol  ini menjadi salah satu pilihan sebagai tempat hangout. Cafe yang berkonsep unik dengan nuansa alam dan suasana yang rindang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI BERDAKWAH DALAM POLA KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

MEMAHAMI AKTIVITAS KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA VERBAL DAN NON VERBAL DALAM DAKWAH

MEMAHAMI BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH